Ahmad Rofiq

April 4, 2009

Do’a Upacara Bendera

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 12:26 pm

Alhamdulillah hirobbil Alamin wassholatu wasshalamu ala sayyidina Muhammad wa’ala alihi wassohbihi ajma’in.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,
Dengan segala kerendahan hati, kami seluruh pimpinan, staff dan karyawan di wilayah kecamatan Gandrungmangu mempersembahkan puji dan syukur kehadirat-Mu, atas nikmat dan rahmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami.

Ya Allah, Yang Maha Pengasih,
Kami menyadari sepenuhnya bahwa seluruh nikmat yang Engkau anugerahkan kepada kami adalah nikmat yang telah kami peroleh dengan pengorbanan jiwa dan raga putra-putri pejuang bangsa kami. Oleh karena itu curahkan dan limpahkanlah kasih sayang dan ridho-mu kepada para pahlawan dan pejuang bangsa kami, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, Kiranya Engkau mengampuni dosa-dosa para pahlawan kami, dan berkenan menerima pengabdian dan darma bakti mereka sebagai syuhada bangsa dan negara kami.

Ya Allah Tuhan Yang Maha Rahim
Atas segala rahmat dan Karunia-Mu, pada hari ini kami dapat melaksanakan upacara bendera, bangkitkan semangat persatuan dan kesatuan kami. Berkatilah bangsa kami, berilah bimbingan kepada kami untuk dapat melaksanakan pekerjaan dengan ikhlas, baik dan benar sesuai dengan jalan yang Engkau ridloi.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana
Hindarkan bangsa dan negara kami dari fitnah dan marah bahaya, jauhkan kami dari perpecahan dan permusuhan, mantapkanlah tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami, dan jadikanlah bangsa kami bangsa yang mandiri, maju, bertaqwa, beraklaq mulia, makmur adil dan sejahtera.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemersatu
Jadikanlah peringatan upacara bendera ini sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Limpahkanlah karunia-Mu baik yang datangnya dari langit maupun dari bumi.

Ya Allah, Tuhan Yang Pengampun
Ampunilah semua dosa kami, dosa-dosa ibu bapak kami, guru kami, dan para pemimpin kami. Terimalah amal dan perjuangan kami, karena Engkau maha pengampun lagi maha mengetahui.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Kabulkanlah permohonan dan doa kami, agar kami semua tergolong hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Robbhana Atina fidunya hasanah wafil akhiroti khasanah waqina ‘adzabannar walhamdulillahi robbil alamin.

Desember 22, 2008

ASUHAN KEPERAWATAN Bronkopneumonia

Diarsipkan di bawah: Askep — rofiqahmad @ 1:16 pm

1.      Definisi

Pneumonia merupakan peradangan akut parenkim paru-paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi. (Price, 1995)

Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan menimbulkan gangguan pertukaran gas setempat. (Zul, 2001)

Bronkopneumonia digunakan unutk menggambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Pada bronkopneumonia terjadi konsolidasi area berbercak. (Smeltzer,2001).

 

2.      Klasifikasi Pneumonia (lagi…)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN EFUSI PLEURA

Diarsipkan di bawah: Askep — rofiqahmad @ 12:54 pm

 

A.     Definisi

Efusi pleural adalah penumpukan cairan di dalam ruang pleural, proses penyakit primer jarang terjadi namun biasanya terjadi sekunder akibat penyakit lain. Efusi dapat berupa cairan jernih, yang mungkin merupakan transudat, eksudat, atau dapat berupa darah atau pus (Baughman C Diane, 2000)

Efusi pleural adalah pengumpulan cairan dalam ruang pleura yang terletak diantara permukaan visceral dan parietal, proses penyakit primer jarang terjadi tetapi biasanya merupakan penyakit sekunder terhadap penyakit lain. Secara normal, ruang pleural mengandung sejumlah kecil cairan (5 sampai 15ml) berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan permukaan pleural bergerak tanpa adanya friksi (Smeltzer C Suzanne, 2002).

Efusi pleura adalah istilah yang digunakan bagi penimbunan cairan dalam rongga pleura. (Price C Sylvia, 1995)

 

B.     Etiologi (lagi…)

November 4, 2008

CPNS ARSIP NASIONAL 2008

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 10:46 am

Dalam Tahun Anggaran 2008, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) akan menyelenggarakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 20 (dua puluh) orang terdiri dari lulusan Sarjana Strata Satu (S1) dan Diploma Tiga (D3) yang akan ditempatkan di wilayah Indonesia sesuai dengan ruang lingkup tugas dan fungsi ANRI, dengan ketentuan sebagai berikut :

INFORMASINYA ADA DISINI

Khusus Cilacap disini

Mei 7, 2008

PERUBAHAN DALAM KEPERAWATAN

Diarsipkan di bawah: artikel — rofiqahmad @ 10:26 pm

Created by: Rusana, S.Kep., Ns./ anarofiq@yahoo.co.id

Pengertian Dasar: Beranjak dari status quo
Pengertian Praktis:
1. Tumbuh/ pertumbuhan
2. Kembang/ perkembangan/ berkembang
3. Gerak/ pergerakan/ bergerak
4. Transformasi/ peralihan/ beralih
5. Pembaharuan/ inovasi/ modernisasi
6. Hidup

Berubah (Change)
“An act of process that makes something or someone different in some way”
“The process og moving from one system to another”
“Transition to a different end”

Sifat Kejadian
1. Berubah dan proses berubah menyetu dengan hidup dan kehidupan manusia
2. Berubah dan proses berubah menyatu dengan alam semesta
3. Berubah dan proses berubah merupakan proses yang berkelanjutan

Berubah dan Manusia/ Masyarakat
1. Lahir-tumbuh-kembang-dewasa-pembiakan
2. Lahir- tumbuh-kembang-mati
3. Senang-susah; sehat-sakit
4. Budaya-tata nilai; tradisional-modern
5. Pergolakan/ pergerakan/ mobilitas masyarakat
6. Berpikir/ berkehendak/ berupaya/ belajar

Faktor Yang Mendukung Perubahan
1. Perubahan dipandang sebagai sesuatu yang positif oleh target berubah
2. Perubahan sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini
3. Perubahan sederhana dan konkrit
4. Target berubah dilibatkan sejak fase awal
5. Perubahan dilakukan pada skala kecil dulu  evaluasi dan antisipasi permasalahan pada skala besar
6. Pemimpin dan tokoh kelompok dilibatkan
7. Komunikasi terbuka antara target berubah & inovator (change agent)
8. Evaluasi sebagai bagian dari proses berubah

Respon Terhadap Perubahan
1. Menerima dan mendukung
2. Tidak menerima – tidak mendukung
3. Menolak:
a. takut akan sesuatu yang tidak pasti (loss of predictability)
b. takut akan kehilangan pengaruh
c. takut akan kehilangan ketrampilan & proficiency
d. takut kehilangan reward, benefit
e. takut akan kehilangan respect, dukungan, kasih sayang
f. takut gagal

PERLU KESEIMBANGAN ANTARA PERUBAHAN & STABILITAS

PERUBAHAN SECARA RADIKAL SERING MENEMUI HAMBATAN

Manusia dan Proses Berubah
Pada hakekatnya manusia mempunyai kebutuhan untuk:
1. merubah keseimbangan personal, sosial, organisasional
2. mengadakan penyelidikan dan eksplorasi
3. mengadakan perubahan/ mengadakan penyempurnaan
4. menerapkan ide-ide baru dan konsep-konsep baru
5. mengusahakan untuk mencapai hal-hal yang kelihatannya belum dicapai

berubah merupakan bagian dari hidup dan kehidupan manusia
berubah menyatu dengan hidup dan kehidupan manusia
berubah merupakan cara hidup manusia

change–> a way of life
the time are changed, and we are changed within them
kita adalah bagian dari perubahan/ berubah itu sendiri

Macam Proses Perubahan

A. Perubahan ditinjau dari sifat proses:

1. Perubahan Spontan

- sebagai respon terhadap kejadian alamiah yang terkontrol
- perubahan yang akan terjadi tidak dapat diramalkan sebelumnya

2. Perubahan pada perkembangan

perkembangan/ kemajuan yang terjadi pada individu, kelompok dan organisasi dalam pertumbuhan-perkembangan

3. Perubahan yang direncanakan

Sebagai upaya yang bertujuan untuk mencapai tingkat yang lebih baik, dapat dikontrol

B. Perubahan ditinjau dari sifat keterlibatan

1. Perubahan partisipatif

- Melalui penyediaan informasi yang cukup
- Adanya sikap positif terhadap inovasi
- Timbulnya komitmen

2. Perubahan paksaan (coerced change)

- Melalui perubahan total dari organisasi
- Memerlukan kekuatan personal (personal power)

C. Perubahan ditinjau dari sifat pengelolaan
1. Perubahan berencana

-  menyesuaikan kegiatan dengan tujuan
-  Dengan titik mula yang jelas dan dipersipkan, sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

2. Perubahan acak/ kacau

- Tanpa usaha mempersiapkan titik awal perubahan
- Tidak ada usaha mempersipakan kegiatan sesuai dengan tujuan

Asal dari Perubahan
Tiga klasifikasi utama asal perubahan/ berubah, satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi, menerima dampak/ efek perubahan itu sendiri
1. Perubahan struktural-institusional
- Perubahan struktur pendidikan
- Perubahan struktur organisasi
- Perubahan kedudukan institusi
2. Perubahan teknologikal
- Bioteknologi
- Penemuan-penemuan teknologi jet, komputer, televisi
3. Perubahan perilaku sosial
- Perubahan pendangan/ keyakinan tentang hidup dan kehidupan

Tipe Berubah Yang Terdapat pada Proses Adaptasi/ Adopsi (Havelock)
Tipe atau bentuk berubah yang diperlukan sehingga dapat terjadi adaptasi atau adopsi, pada perubahan tingkah laku
1. Substitusi (substitution)
Hal yang diintroduksikan merupakan substitusi/ pengganti dari hal yang sudah ada
2. Perubahan (alteration)
Hal yang diintroduksikan merubah/ mengadakan perubahan dari hal yang sudah ada
3. Penambahan (addition)
Hal yang diintoduksikan menambah/ merupakan tambahan hal yang sudah ada
4. Membentuk/ membangun kembali (restructuring)
Membentuk/ membangun kembali sesuatu yang lain, dengan bahan/ sumber yang ada
5. Menghilangkan pola perilaku lama (eliminating of old behavioural pattern)
Menghilangkan/ menghapus pola perilaku lama
6. Memperkuat pola perilaku lama (reinforcing of old behavioural pattern)
Memperkuat keberadaan/ dianutnya pola perilaku lama

Bentuk Berubah Ditinjau dari Proses Terjadinya Perubahan (Bennis W)
Bentuk/ tipe berubah ditinjau dari bentuk proses yang terjadi pada proses perubahan

1. Perubahan berencana (planned change)
- Apa tujuan berubah
- Apa yang harus dirubah
- Bagaimana harus berubah
- direncanakan bersama secara kolaboratif antara klien dan change agent
2. Perubahan secara indoktrinasi (indoctrination change)
Menetapkan tujuan secara cermat bersama, akan tetapi dengan kekuatan sepihak/ unilateral (unilateral power)
3. Perubahan secara paksaan (coercive change)
Menetapkan tujuan sepihak dengan kekuatan unilateral dan kontrol
4. Perubahan secara teknokratik (tchnocratic change)
Dengan urunan kekuatan (shared power) menetapkan tujuan unilateral, satu pihak menetapkan tujuan dan pihak lain membantu mencapai tujuan, tanpa menanyakan tentang nilai tujuan
Berdasarkan pengumpulan dan analisa data
5. Perubahan secara interaksional (interactional change)
Urunan kekuatan, dalam keadaan dimana tujuan tidak terlalu dipikirkan
6. Perubahan secara sosialisasi (socialization change)
Kekuatan unilateral, akan tetapi tujuan dicapai secara bersama/ kolaboratif
7. Perubahan secara menirukan (emultif change)
Kekuatan unilateral, tujuan tidak dirumuskan dengan benar
8. Perubahan secara alami (natural change)
Urunan kekuatan, akan tetapi tanpa rumusan tujuan  perubahan yang tidak direncanakan, aksidental

Strategi Berubah (Chin & Benne)
bagaimana mengadakan perubahan
rangkaian kegiatan dalam mengadakan perubahan
1. Strategi rasional-empirik (empirical-rational strategies)
- Asumsi dasar: manusia adalah rasional
- Riset dasar dan desiminasi ilmu pengetahuan melalui pendidikan umum,  diyakini bahwa perubahan itu diperlukan
- Pemilihan personel dan penggantian dari mereka yang tidak sesuai dengan posisi yang diduduki; diperlukan orang yang tepat untuk jabatan/ posisi yang tepat (the right person in the right position)
- System analysts sebagai staf dan konsultan, terutama yang berhubungan dengan kesukaran/ masalah sistem
2. Strategi reedukatif normatif (normative-reeducative strategies), didasarkan pada:
- Pola kegiatan dan perbuatan didukung oleh norma sosiokultural, dan oleh komitmen individual terhadap norma-norma tersebut
- Norma sosiokultural didukung oleh sikap dan sistem nilai individual
- Pendekatan normatif-reedukatif untuk mengadakan perubahan, melalui intervensi langsung dari “change agent”, intervensi yang didasarkan pada penerapan teori berubah yang mantap, ke dalam kehidupan sistem klien, baik individu, kelompok, organisasi atau komuniti
- Beberapa elemen yang lazimnya terdapat pada pendekatan ini:

- Pelibatan klien dalam proses penyusunan proses berubah; cara klien melihat dirinya sendiri dan melihat masalahnya harus diperhatikan dan dipadukan dengan pandangan change agent
- Melihat kemungkinan bahwa masalah terletak pada sikap, nilai norma, dan hubungan internal/ eksternal dari sistem klien, dan yang mungkin memerlukan perubahan arau reedukasi, sebagai kondisi untuk mengadakan penyelesaian masalah
- Change agent harus mempelajari cara intervensi timbal balik dan kolaboratif
- Unsur-unsur yang tidak disadari memberi saham/ mempunyai pengaruh pada penyelesaian masalah, harus dibawa ke permukaan
- Metode dan konsep ilmu perilaku merupakan sumber yang digunakan change agent dan klien secara selektif, relevan dan benar
Pendekatan ini brtolak pada pandangan bahwa people technology sama pentingnya dengan thing technology dalam mengadakan perubahan yang baik dalam persoalan manusia

3. Strategi paksaan – kekuatan (power coercive approaches)
- Didasarkan pada penggunaan kekuatan/ kekuasaan pada umumnya didasarkan pada sanksi ekonomi dan politik
- Bentuk strategi coercive lainnya adalah dengan menggunakan moral power dan political power:

- Menggunakan institusi politik
- Melalui rekomposisi dan manipulasi kelompok penguasa (power elite)
- Mengadakan perbaikan strategi (bila diperlukan)
- Mengimplementasikan proyek perubhan (change project)
- Mengadakan observasi dan mengendalikan/ mengatasi hambatan
- Mengadakan evaluasi hasil perubahan/ berubah
- Memformulasikan rekomendasi untuk kegiatan masa depan atau modifikasi

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.