Ahmad Rofiq

Januari 29, 2008

SISTEM SARAF

Diarsipkan di bawah: Contekan — rofiqahmad @ 1:42 pm

Biasanya terjadi karena kelaianan bawaan, yang disebabkan oleh bebeapa faktor, antara lain:
o Penyakit ibu : Virus, Toksoplasma, Sipilis
o Penyakit sistemik.
o Obat : MTX, talidomid
o Sinar ionisasi : Rontegn, radiosiotop
o Insufisiensi diet.
o Merokok.

1) HIDROCEFALUS :
a) Penumpukan cairan cerebrospinal secara aktif yang menyebabkan dilatasi sistem          ventrikel otak
b) Sebaagian besar cairan cerebrospinal di produksi di plexus choroideus di dalam        venrikel dan mengalir melalui foramen monro ke ventrikel III dan melalui        akuaductus sylvii ke ventriekl IV dan dari venriekel IV melalui foramen magendi dan        Lukscha ke sisterna dan rangga subarachnoid di bagian kranial menuju spinal.        Penyerapan terjadi di villus arakhnoid yang berhubungan dengan sistem vena        cerebral.
c) Gejala klinis :
i) Pembesaran kepala /tengkorak yang disusul oleh gangguan neurologik akibat             tekanan liquor yang meningkat yang menyebakan hipotropi otak.
ii) Sutura melebar, fontanel cembung dan tegang.
iii) Mata mengarah ke bawah ( fenomena mata terbenam)
iv) Gangguan perkembangan motorik
v) Gangguan penglhatan akibat atrofi saraf penglihatan.
d) Diagnosis :
i) Ukur lingkaran kepala.
ii) CT scan kepala.
iii) USG,
e) Penaggulangan :
i) Pengaliran cairan cerebrospinal dari ventrikel ke atrium kanan jantung atau ke             rongga peritoneum.

2) MENINGOCELE DAN ENCEPAHLOCELE
a) Terjadi akibat gangguan penutupan pipa neural.
b) Pada lempeng neural terbentuk celah yang kemudian menjadi jaringan otak dan           mielum. Proses penutupan ini berlangsung selama minggu keempat kehidupan           embrio. Gangguan ini menyebabkan defek neural.
c) Disrafial kranial dapat berupa meningocele bila benjolan itu berisi selaput mening          dan cairan cerebrospinal dan encephalocele bila berisi jaringan otak.
d) Gambaran klinik :
i) Benjolan yang ada sejak lahir dan semakin membesar biasanya di garis tengah.             Kulit penutup biasanya tipis, licin dan tegang, tetapi dapt juga normal atau tebal.             Konsistensi tergantung isinya
ii) Jaringan otak yang ada di dalam kantong encefalokel, biasanya sudah mengalami             gliosis.. Jadi tidak berfungsi lagi.
iii) Terapi dilakukan pembedahan dengan alasan kosmetik dan utuk infeksi pada             menigokel yang pecah atau mau pecah. Pada umumnya pembedahan dialkukan            pada usia 5 -6 bulan.

Water Seal Drainage

Diarsipkan di bawah: Contekan — rofiqahmad @ 1:31 pm

Water Seal Drainage (WSD) adalah Suatu sistem drainage yang menggunakan water seal untuk mengalirkan udara atau cairan dari cavum pleura ( rongga pleura)
TUJUANNYA :
• Mengalirkan / drainage udara atau cairan dari rongga pleura untuk mempertahankan tekanan negatif rongga tersebut
• Dalam keadaan normal rongga pleura memiliki tekanan negatif dan hanya terisi sedikit cairan pleura / lubrican.

Perubahan Tekanan Rongga Pleura

Tekanan               Istirahat         Inspirasi            Ekspirasi
Atmosfir                   760                   760                    760
Intrapulmoner        760                   757                     763
Intrapleural             756                   750                     756

INDIKASI PEMASANGAN WSD :
• Hemotoraks, efusi pleura
• Pneumotoraks ( > 25 % )
• Profilaksis pada pasien trauma dada yang akan dirujuk
• Flail chest yang membutuhkan pemasangan ventilator

KONTRA INDIKASI PEMASANGAN :
• Infeksi pada tempat pemasangan
• Gangguan pembekuan darah yang tidak terkontrol.

CARA PEMASANGAN WSD
1. Tentukan tempat pemasangan, biasanya pada sela iga ke IV dan V, di linea aksillaris anterior dan media.
2. Lakukan analgesia / anestesia pada tempat yang telah ditentukan.
3. Buat insisi kulit dan sub kutis searah dengan pinggir iga, perdalam sampai muskulus interkostalis.
4. Masukkan Kelly klemp melalui pleura parietalis kemudian dilebarkan. Masukkan jari melalui lubang tersebut untuk memastikan sudah sampai rongga pleura / menyentuh paru.
5. Masukkan selang ( chest tube ) melalui lubang yang telah dibuat dengan menggunakan Kelly forceps
6. Selang ( Chest tube ) yang telah terpasang, difiksasi dengan jahitan ke dinding dada
7. Selang ( chest tube ) disambung ke WSD yang telah disiapkan.
8. Foto X- rays dada untuk menilai posisi selang yang telah dimasukkan.
ADA BEBERAPA MACAM WSD :
1. WSD dengan satu botol
• Merupakan sistem drainage yang sangat sederhana
• Botol berfungsi selain sebagai water seal juga berfungsi sebagai botol penampung.
• Drainage berdasarkan adanya grafitasi.
• Umumnya digunakan pada pneumotoraks

2. WSD dengan dua botol
• Botol pertama sebagai penampung / drainase
• Botol kedua sebagai water seal
• Keuntungannya adalah water seal tetap pada satu level.
• Dapat dihubungkan sengan suction control

3. WSD dengan 3 botol
• Botol pertama sebagai penampung / drainase
• Botol kedua sebagai water seal
• Botol ke tiga sebagai suction kontrol, tekanan dikontrol dengan manometer.

Download Pdf WSD bergambar 60 Kb

Januari 26, 2008

Suntik KB 3 Bulanan

Diarsipkan di bawah: Bu Bidan — rofiqahmad @ 6:06 am

Ibu-ibu…. suntik KB yang 3 bulanan bukan berarti tiga bulan penuh lho. Koq bisa begitu? Iyya sih… tiga bulan disini maksudnya 3 kali siklus alias 3 x 28 hari = 84 hari = 12 minggu.

Jadi, kalau Ibu suntik KB tanggal 1 Januari, bukan berarti langsung ditambah 3 bulan, sehinga suntik ulangnya tanggal 1 April…….

Tetapi,  1 Januari ditambah 84 hari, sehingga suntikan berikutnya tanggal 26 Maret.

Tuh kan…. kelewat jauuuuh.

Untuk lebih mudahnya Ibu bisa “Download” Kalender Suntik Ulang 3 Bulanan  Disini

Januari 25, 2008

T H O R A X

Diarsipkan di bawah: Contekan — rofiqahmad @ 11:03 pm

Trauma torak semakin meningkat sesuai dengan kemajuan transportasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.· Di Amerika Serikat didapatkan 180.000 kematian pertahun karena trauma. 25 % diantaranya karena trauma torak langsung, sedangkan 5 % lagi merupakan trauma torak tak langsung atau penyerta.

· Semua alat tubuh yang terletak / melalui rongga torak harus dianggap sebagai organ vital. Cedera torak berlawanan dengan cedera ekstremitas. Ancaman kematian pada cedera torak sangat tinggi. selengkapnya

OBSTRUKSI SALURAN PERNAFASAN

Diarsipkan di bawah: Contekan — rofiqahmad @ 10:58 pm

Udara masuk secara berurutan melalui :

1. Lubang hidung – rongga hidung (cavum Nasi ).

2. Pharynx – faring

3. Larynx – laring

4. Trachea – trakea

5. Bronchus – bronkus

6. Bronchiole – bronchiole

7. Alveoli.

Obstruksi Saluran Nafas Atas penyebabnya adalah

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.