Tumor Kandungan

24 Jan

•Metaplasi: perubahan suatu jenis jaringan dewasa menjadi jaringan lain yang juga dewasa
• Displasi: perubahan kearah kemunduruan pada sel dewasa
• Regularitas inti menghilang
• Besarnya sel tak beraturan
• Inti sel membesar
• Kadang-kadang mitosis
• Anaplasi: sel dewasa berubah menjadi sel yang lebih primitif
• Ciri tumor ganas
• Perubahan tidak reversibel
• Bentuk, ukuran, kwalitas kromatin, jumlah mitosis berubah

Tumor ovarium
• Tumor non neoplastik : Tumor akibat radang, Tumor lain (kista follikel, kista korpus luteum, Stein Levental/polikistik ovarii)
• Tumor neoplastik : jinak/ganas
• Kistik/solid

• Tumor jinak kistik:
• Kistoma ovarii simpleks
• Kistoma ovarii serosum
• Kistoma ovarii musinosum
• Kistoma dermoid

• Tumor jinak padat
– Fibroma ovarii
– Tumor sisa adrenal

Gejala dan tanda
• Sebagian besar akibat pertumbuhan, aktifitas endokrin atau komplikasi tumor tersebut.
• Akibat pertumbuhan:
• Benjolan perut, tekanan akibat tumor pada vesika urinaria (gangguan miksi), gastrointestinal (tak nafsu makan, rasa sesak, obstipasi), edema pada tungkai.
• Akibat aktifitas hormonal jarang pada tumor jinak. Tumor sel granulosa hipermenorea.
• Akibat komplikasi: Perdarahan kedalam kista, Torsi (putaran tangkai), Infeksi tumor (bersumber appendisitis, salfingitis), Robekan dinding kista (torsi, trauma), Perubahan keganasan (Kista sebelum menarche / > 40 tahun), Sindroma Meigs fibroma ovarii, ascites dan hidrotoraks

Kista non neoplastik
• Kista follikel
• Berasal dari follikel de Graaf yang tak berovulasi
• Kista korpus luteum
• Normal: corpus luteum corpus albicans
• Kadang-kadang mempertahankan diri (sering terjadi perdarahan).
• Dapat menimbulkan gangguan haid (amenorea, perdarahan tak teratur)

• Kista teka lutein pada mola, koriokarsinoma
• Kista Stein Leventhal (PCO)
• Infertilitas, amenorea/oligomenorea sekunder, kadang-kadang obesitas, hirsuitisme 95%) dan kedua ovarium membesar
• Tomor ovarium neoplastik jinak
• Kistoma ovarii
• Kista bedinding, berisi cairan, dapat monolokuler atau multilokular, dapat bertangkai.

Gejala:
• Pertumbuhan
• Akibat hormonal
• (maskulinovoblastoma)
• Keganasan(pertumbuhan papiller, proliferasi dan stratifikasi epithel, anaplasi dan mitosisi pada sel)

Kista dermoid
• Teratoma kistik yang jinak (adanya rambut, epithel kulit, gigi, lemak tulang rawan, jaringan ikat dsb)
• Dapat berubah ganas berasal dari element terutama ektodermal (struma ovarium, kistadenoma ovarii, koriokarsinoma)

Tumor padat ovarii
• Fibroma ovarii
• Permukaan tidak rata, konsistensi keras.
• Terdiri jaringan ikat, jaringan kolagen dan kadang ada degenerasi hialin.
• Sering ditemukan sindrom Meigs (tumor padat ovarii, ascites dan hidrothorax)
• Penanganan
• Pengangkatan tumor

Mioma uteri
• Neoplasma jinak
• Asal dari miometrium dan jaringan ikat fibromioma, leiomioma, fibroid
• Insidensi: 2-11% deari kasus ginekolog

Berdasar letaknya:
• Mioma submukosa__> bertangkai menjadi polip keluar serviks mioma geburt
• Mioma intramural
• Mioma subserosa

Pengaruh Mioma uteri dan kehamilan
• Infertilitas
• Abortus meningkat
• Gangguan letak
• Gangguan kemajuan persalinan
• Gangguan kontraksi inersia, perdarahan post partum
• Gangguan involusi

Pengaruh Kehamilan terhadap mioma

• membesar lebih cepat
Torsi: Degenerasi merah ok nekrosis gangguan vaskularisasi

Therapi:tanpa pengobatan  evaluasi tiap 3-6 bulan
• Operatif:Mioma geburt ekstirpasi
• Miomektomi
• Histerektomi

Komplikasi
Degenerasi ganas Leiomiomasarkoma(0,3 – 0,6% dari mioma)
• Curiga jika: Cepat membesar, Saat menopause tetap terjadi pembesaran, Torsi, Mioma bertangkai, Sindroma akut abdomen
Gejala:
• 50% tak bergejala
• Perdarahan abnormal
• Hipermenorea
• Menoragia
• Metroragia
 hiperplasi endometrii. Permukaan endometrium menjadi luas, kontraksi tak optimal
• Nyeri
• Ok. Gangguan sirkulasi, nekrosis, peradangan, distensi jaringan sekitar
• Gejala penekanan
• Vesika urinaria poliuria, retensi urine, rektum obstipasi
• Infertilitas dan abortus

Tumor ganas wanita

TUMOR JINAK TUMOR GANAS
Ekspansif
Tak menyebar
Tak residif
Pertumbuhan lambat Infiltratif
Metastasis
Residif
Pertumbuhan cepat

Efek tumor pada penderita
• Karena posisi tumor menekan jaringan sekitar destruksi jaringan
• Komplikasi: Perdarahan, Torsi
• Produksi hormon

Faktor prognostik
 Derajat/stadium tumor
 Penyebaran tumor
 Patologi anatomi
 Keterlibatan limfonodi

Carcinoma cervix uteri
• Urutan pertama di Indonesia
• Usia terbanyak 45-50 tahun
• Faktor risiko
• Coitarche <= 16 tahun ( 5x dibanding 24 th)
• Tingginya paritas
• Jarak persalinan pendek
• Aktifitas seksual berganti pasangan
• Suami tak disunat
• HPV 16 dan 18
• Merokok
• Sosek rendah

Deteksi dini/Prevensi: Pap smear atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat Serviks)
• Patologi
• 90% jenis squamosa dan 10% adenocarcinoma
• Metaplasia squamosa pada columnar juction atypia (nucleus berbeda dg sel normal, sitoplasma mengecil)–. Displasia carcinoma insitu carcinoma

Cara pemeriksaan IVA
• Posisi litotomi
• Pasang spekulum cocor bebek kering tanpa pelumas
• Sumber cahaya lampu sorot 100 watt, kearah liang vagina
• Membasahi permukaan serviks dengan larutan asam asetat 5% selanjutnya dengan mata telanjang dilihat perubahan yang terjadi pada serviks:
• Negatif: tidak terdapat epithel putih pada daerah transformasi
• Positf: terdapat epithel putih pada daerah transformasi

Gejala dan tanda
• Keputihan berbau busuk (vaginal discharge)
• Contact bleeding
• Perdarahan spontan
• Anemia
• Penyebaran jauh  gagal ginjal, obstruksi usus, obstruksi traktus urinaria

Penanganan
• Operatif
• Radiotherapi
• Kemoterapi

CARCINOMA OVARII
• 20 % keganasan alat treproduksi
• Deteksi dini sangat sulit
• Faktor risiko; Diet, Pemakaian talk, familial

Gejala dan tanda
• Akibat pertumbuhan tumor:
• Benjolan, nafsu makan menurun, menekan kandung kencing, rasa penuh diperut, mual muntah, nyeri perut, acsites dan perdarahan
• Akibat aktifitas hormonal
• Akibat komplikasi: Perdarahan, Torsi, Infeksi

Penanganan
• Pengangakatan massa tumor dan alat genital
• Kemoterapi
• Radioterapi

CARCINOMA CORPUS UTERI
Faktor risiko: DM, Hipertensi, Obesitas, Nullipariti/ infertility, Early menarche dan late menopause, Estrogen pada menopause

Gejala
 Perdarahan perimenopause
 Rasa nyeri dan kontraksi rahim
 Penekanan karena pembesaran rahim

About these ads

8 Tanggapan to “Tumor Kandungan”

  1. masharryy Januari 29, 2008 at 5:00 am #

    http://www.manakib.wordpress.com

  2. FQ Maret 26, 2008 at 3:29 pm #

    Indonesia butuh semangat, terkadang hidup harus menyadari kelebihan orang lain.
    chayo)oooFQ

  3. masharryy Maret 28, 2008 at 1:12 pm #

    http://www.ashari1.blogspot.com

  4. faoji kos pwt Januari 12, 2009 at 6:30 pm #

    pak contoh LP tumor ovarium kalih askeppe ada ga???

    • rofiqahmad Februari 2, 2009 at 2:11 pm #

      Zii, aku pamitan. dah rampung neh stase KMB. Ngga krasa ya…. numpnag tiga bulan di rmh Fauzi. Makasaih ya. LP sama Askepnya jane ada lho… cuma lagi ga sempat upload. maklum banyak tugas profesi.

  5. endah Maret 14, 2010 at 1:28 am #

    pa…apa ciri-ciri/gejala secara fisik tumor rahim ini, selain keputihan berlebih?
    sebelumnya terimakasih ya :)

  6. iwan Maret 30, 2010 at 2:40 pm #

    mas rofiq bs minta tolong share artikel yg lebih padat ttg kanker / tumor kandungan dan juga kanker serviks according to your experience or case yg anda tangani. Ibu mertua saya kena tumor sekaligus di serviksnya jg ..ampunn deh stress kita ngobatinnya. krn dia jg kena diabetes jg..ada saran. tx

  7. ma96ma September 22, 2010 at 6:34 pm #

    terus terang ada kalimat yang nggak begitu jelas..tapi trimakasih buat infonya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: