Ahmad Rofiq

Februari 27, 2008

APENDIKSITIS

Diarsipkan di bawah: Contekan — rofiqahmad @ 5:24 am

• Apendiks (appendiks Vermiformis) terletak posteromedial dari caecum pada regio perut kanan bawah.
• Apendiks termasuk organ intra peritoneal. Walaupun kadang juga ditemukan retroperitoneal.
• Organ ini tidak mempunyai kedudukan menetap di dalam rongga perut (rongga peritoneal).
• Panjangnya 5 – 10 cm dengan berbagai posisi (retrocaecal, pelvical, dll)
• Walaupun sangat jarang kadang dijumpai pada regio kiri bawah.
• Mendapat aliran darah dari cabang arteri ileocaecal yang merupakan satu-satunya feeding arteri untuk apendiks, sehingga apabila terjadi trombus akan berakibat terbentuknya ganggren dan berakibat lanjut terjadinya perforasi apendiks.

APENDIXITIS AKUT

Adalah radang pada jaringan apendiks

• Istilah apendisitis pertamakali diperkenalkan oleh Reginal Fitz pada tahun 1886 di Boston.
• Morton pertamakali melakukan operasi apendektomi pada tahun 1887 di Philadelphia.
• Apendisitis akut pada dasarnya adalah obstruksi lumen yang selanjutnya akan diikuti oleh proses infeksi dari apendiks.
• Penyebab obstruksi dapat berupa :
- Hiperplasi limfonodi sub mukosa dinding apendiks.
- Fekalit
- Benda asing
- Tumor.
• Adanya obstruksi mengakibatkan mucin / cairan mukosa yang diproduksi tidak dapat keluar dari apendiks, hal ini semakin meningkatkan tekanan intra luminer sehingga menyebabkan tekanan intra mukosa juga semakin tinggi.
• Tekanan yang tinggi akan menyebabkan infiltrasi kuman ke dinding apendiks sehingga terjadi peradangan supuratif yang menghasilkan pus / nanah pada dinding apendiks.
• Selain obstruksi, apendisitis juga dapat disebabkan oleh penyebaran infeksi dari organ lain yang kemudian menyebar secara hematogen ke apendiks.

Klasifikasi Apendisitis
Ellis membagi apendiks menjadi :
1. Apendisitis akut tanpa komplikasi/ perforasi.
2. Apendisitis akut dengan komplikasi/ perforasi (peritonitis, abses/ infitrat)

GEJALA KLINIS :
• Nyeri perut periumbilikal kemudian menetap di kanan bawah.
• Anoreksia, mual muntah.
• Obstipasi, diare
• Disuria.
• Demam

PEMERIKSAAN FISIK
• Nyeri tekan Mc. Burney
• Rovsing sign, Psoas sign, Obturator sign

LABORATORIUM

• Lekositosis, lekosit > 10.000 /mm3
• Netrofilia.

DIAGNOSIS
• Gejala klinis
• Laboratoris.
• X-rays
• USG.
• Ct scan

TERAPI
• Apendektomi terbuka
• Laparoskopi apendektomi

Download pdf gambar appendixitis disini (90Kb)

HEMORHOID

Diarsipkan di bawah: Contekan — rofiqahmad @ 5:20 am

Wasir, Ambeyen, Haemorhoid adalah pelebaran vena – vena flexus hemorhoidalis

Hemorhoid dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1. Hemorhoid interna, adalah varices plexus hemoroidalis superior diatas linea dentata, permukaannya dilapisi oleh mukosa.
2. Hemorhoid eksterna : yaitu varices plexus hemorhoidalis inferior di bawah linea dentata, permukaannya ditutupi oleh kulit

Hemorhoid interna dapat dibagi menjadi 4 derajat, yaitu:
Derajat I :P elebaran vena masih tetap ditempat, Kadang – kadang disertai perdarahan.
Derajat II :Mulai ada benjolan, kalau mengejan benjolan keluar dan setelah itu masuk sendiri.
Derajat III :Saat mengejan benjolan keluar, untuk masuk lagi harus didorong dengan jari.
Derajat IV :Sudah prolaps, benjolan tidak dapat masuk kembali walaupun didorong dengan jari.

PENYEBAB
• Mengejan pada posisi jongkok waktu BAB.
• Obstipasi
• Kehamilan.
• Obesitas.
• Aliran balik vena ( misalnya pada sirosis hepatis ).
• Diet rendah serat.

GEJALA KLINIS
• Perdarahan, merupakan gejala awal pasien hemorhoid.
• Anemia.
• Nyeri, terutama pada hemorhoid eksterna.
• Benjolan, akibat adanya trombus

PEMERIKSAAN FISIK
• Inspeksi dan palpasi benjolan.
• Rectal toucher . Jika belum terbentuk trombus biasanya tidak teraba dan tidak sakit.
• Anuskopi.

DIFERENSIAL DIAGNOSIS
• Ca colorektal
• Divertikulitis
• Polip adenomatosa.
• Kolitis ulserativa.
• Prolaps rekti.

KOMPLIKASI
• Perdarahan akut, akan menyebabkan syok hipovolemik.
• Perdarahan kronik, akan menyebabkan anemia.
• Inkarserata, akibat adanya jepitan.

TERAPI
• Medikamentosa : diet tinggi serat dan laksantia ringan.
• Skleroterapi.
• Ligasi dengan cincin karet.
• Cryosurgery
• Operasi Hemorhoidektomi

Download pdf  40 Kb  Gambar Haemorhoid disini

PEMBELAJARAN/ PENGAJARAN DI KLINIK (PPK)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 1:09 am

 Pembelajaran/ Pengajaran Di Klinik adalah:
• Bentuk kegiatan pendidikan/ pengalaman belajar untuk menumbuhkan serta membina sikap dan ketrampila profesional keperawatan peserta didik dengan lingkungan belajar pada tatanan nyata
• Bentuk program pendidikan untuk mempersiapkan tenaga keperawatan profesional khususnya di lapangan

Kerangka kerja PPK
1. Kerangka konsep
2. Konsep belajar: belajar dan pengalaman, belajar dan persepsi, belajar dan pengetahuan
3. Konsep mengajar
4. Relevansi konsep belajar & mengajar dan proses pembelajaran/ pengajaan di klinik

Manfaat PPK
• Pengalaman nyata
• Sikap profesional
• Pemahaman ilmu dan masalah keperawatan
• Problem soving melalui masalah keperawatan
• Adaptasi dan penyesuaian profesional di lingkungan kerja
• Kemampuan pengelolaan keperawatan

Managemen interaksi dalam PPK
1) Aspek kolaborasi institusi pendidikan dan pelayanan
i) Kerangka tujuan (tujuan peserta didik, target ketrampilan dan situasi klinik institusi pendidikan
ii) Fasilitas PPK: administratif (naskah kerjasama), teknisi profesional (ruang, pembimbing klinik, klien)
2) Aspek komunikasi antara pembimbing klinik dan pasien

Metode PPK
1. Metode pengalaman: penugasan klinik, pelaporan tertulis, simulasi, permainan
2. Metode pemecahan masalah: menganalisa situasi klinik, pemahaman masalah, perencanaan, penerapan pengetahuan, pemahaman nilai-nilai keyakinan
3. Konferensi/ kelompok diskusi: konferensi awal dan ahir, pear preview, issues (dampak sosial politik bagi praktek keperawatan), konferensi multidisiplinary (kolaborasi pengambilan keputusan untuk mengembangkan rencana perawatan pasien)
4. Observasi: peserta didik dapat meniru
5. Bed side teaching (peran serta klien, diskusi hal penting, tidak hanya how tapi why
6. Nursing care study: penguasaan merawat klien
7. Nursing team konferens: siswa diikutsertakan dalam pembahasan kasus oleh staf sebagai bagian dalam perencanaan keperawatan
8. Nursing round

Peran pembimbing klinik
• Change agent
• Nara sumber
• Menagemen/ pengelola: pengelola lingkungan fasilitas lahan praktek
• Mediator dan fasilitator
• Demonstrator
• evaluator
Fungsi pembimbing klinik
• Membina hubungan baik
• Terlibat dalam penemuan tim kesehatan
• Merancang magang
• Identifikasi populasi pasien untuk pembelajaran
• Mendampingi peseta didik selama praktik
• Fasilitasi proses pembelajaran, dll

Kriteria pembimbing
• Profesional dibidangnya
• Memahami askep
• Mempu mendeseminasikan
• Mempu melaksanakan fungsi pembimbing
• Kualifikasi pendidikan tinggi

Kriteria lahan praktik
• Terdaftar dan diakui pemerintah, manajemen baik
• Memberi pelayanan diagnostik, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi
• Pasien cukup (jumlah/ jenis penyakit)
• Fasilitas fisik dan alat memadai untuk kebutuhan pembelajaran

Aspek legal bagi institusi pendidikan
• Sistem pembimbingan, pengawasan dan penilaian praktik
• Rumusan tujuan praktik
• Jadwal pengelolaan praktik
• Tahapan sosialisasi/ pengenalan lapangan untuk peserta didik
• Panduan tertulis bagi peserta didik

Panduan tertulis bagi peserta didik
• Penghormati hak-hak pasien
• Pembuatan dan penggunaan dokumentasi keperawatan
• Atribut dan tanda pengenal diri
• Prosedur penjelasan, keluhan dan complain klien
• Kewaspadaan mal praktik
• Jalur komunikasi dan mekanisme bimbingan

Konferensi
1. Konferensi awal/ pre conference: persiapan, penguasaan materi, identifikasi kemampuan praktekan, perencanaan/ apa yang akan dilakukan.
2. Konferensi ahir/ post conference: apa yang akan dilakukan pada praktekan hari ini, kesenjangan, aspek positif/ negatif

Februari 21, 2008

Soal UAS Bedah

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 5:24 pm

1. Fungsi respirasi untuk pertukaran gas O2 dan CO2 adalah difusi

2. Perubahan patofisiologi yang terjadi pada trauma thorax adalah kegagalan ventilasi, kegagalan pertukaran gas pada tingkat alveolar, perubahan sirkulasi karena perubahan haemodinamik, bisa menyebabkan ARDS dan SIRS  jawaban E

3. Tindakan elementer yang perlu dilakukan pada trauma thorax: E

4. Angina ledwig adalah: E

5. Dari klinis timbul cyanosis pada waktu: A

6. Komplikasi tonsilektomi: A (perdarahan)

7. 2/3 bagian ototesophagus terdiri dari: D (otot sirkulair dan longitudinal)

8. Dari berbagai tempat penyempitan esophagus, maka yang berfungsi sebagai spinter adalah penyempitan pada daerah: E

9. Divertikat Zenher adalah difertikel yang terletak pada: E (antara faring dan esophagus)

10. Aklasia esophagus kecuali: E (ditemukan pada usia lanjut)

11. Bila proses pengembangan rongga abdomen terhambat sehingga terjadi kantong di pangkal umbilicus yang berisi usus halus, lambung dan kadang hati, dinding tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion disebut: A (omfalokel)

12. Hernia yang melewati sebelah lateral vasa epigastrika infers disebut: D (hernia inguinalis lateralis/ indirect)

13. Organ-organ abdomen tersebut di bawah ini yang terletak di retro renalis adalah: B (pankreas dan duodenum)

14. Bagian lambung yang merupakan tempat produksi asam lambung dan perpisahan adalah: C (korpus dan fundus)

15. Perdarahan dan perforasi yang terjadi di lambung biasanya disebabkan oleh kecuali: A (varises lambung)

16. Semua pernyataan berikut ini tentang hypertropi pilorus adalah benar, kecuali: E (terjadi penebalan lapisan otot longitudinal pilorus)

17. tukak lambung adalah kelainan lambung yang disebabkan oleh: E (jawaban A dan C benar)

18. Katup spinal heister yang berfungsi untuk memindahkan asam masuk saluran empedu ditemukan pada: C (duktus sisticus)

19. Pengaliran cairan empedu dipengaruhi oleh faktor: D (semua benar)

20. Gejala klinis berupa trias yang terdiri dari nyeri perut, masa intra abdomen dan ikterik ditemukan pada: B (kiste koledokua)

21. Pernyataan tentang hydrochepalus adalah benar, kecuali: B (sutura melebar, fontanel cekung dan tegang)

22. Faktor yang sering disebabkan kelainan bawaan sistem syaraf adalah, kecuali: E (semua salah)

23. Di syaraf kranial yang menimbulkan benjolan berisi selaput meaning dan cairan cerebrospinal disebut: B (meningocele)

24. Proses penyerapan cairan otak dip[roduksi di fleksus coroideus di dalam ventrikel dan penyerapan terjadi di: A (vili arachoideus)

25. Radang akut folikel rambut yang biasa disebabkan oleh: B (furunkel)

26. Perbedaan antara jaringan parut hipertrofik dan keloid: E (semua jawaban a, b, c benar)

27. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya keloid adalah, kecuali: C (jenis operasi)

28. Hemangioma adalah: D (semua jawaban benar)

29. Salah satu keganasan kulit yang biasa ditemukan dan sel-sel berasal dari lapisan sel spinosum adalah: A (carsinoma planiselluler)

30. Faktor penyebab yang dianggap berpengaruh terhadap timbulnya karsinoma sel squamosa adalah: E (semua jawaban benar)

31. Indikasi dilakukan tonsilektomi adalah: E (terjadi komplikasi)

32. Perawatan heimlich biasa dilakukan apabila terjadi gangguan berupa: B (benda asing di saluran napas)

33. Semua pernyataan di bawah ini sesuai dengan trauma trakea, kecuali: C (tindakan)

34. Indikasi untuk dilakukan thoracotomi adalah, kecuali: A (pneumothorax)

35. Selaput otak yang melekat langsung pada fakula interna adalah: B (duramater)

36. Pasien dengan GCS 10 disebut: B (sedang)

37. Cairan serebrospinal diproduksi oleh fleksus coroideus yang ada di: E (ventrikulus lateralis)

38. Pada pasien dengan cedera kepala sebaiknya diberikan cairan infus yang tidak mengandung: C (glukosa)

39. Terapi medikamentosa yang diberikan pada pasien dengan cedera kepala bertujuan terutama untuk: A (mencegah terjadinya cedera otak skunder)

Ringkasan yang Diringkas

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 4:58 pm

Berdasarkan ekspresi, perilaku dibagi menjadi 3 yaitu:
• Afekitif: perilaku yand didominasi muatan perasaan
• Kognitif: perilaku didominasi muatan pikiran
• Psikomotorik: perilaku didominasi gerak motorik yang dapat membantu ekspresi pikiran dan perasaan

Bentuk kesadaan
• Kesadaan baik: komposmentis
• Kesadaran menurun: somnolent, sopor, koma
• Kesadaran berkabut: tingkat kesadaran dengan disorientasi tempat,waktu dan orang
• Kesadaran temaram/ twilight state: ggn kesadaran dengan halusinasi
• Gangguan perhatian/ atensi: ketidakmampuan memusatkan perhatian

Emosi/ perasaan dibagi menjadi 2
• Affek: emosi yang terlihat (obyektif)
• Mood: emosi yang meresap dan dipertahankan yang dialami secara subyektif dan dilaporkan oleh pasien

• Cemas: perasaan terhadap sesuatu yang tidak nyata
• Takut: perasaan takut terhadap sesuatu/ obyek yang nyata
• Fobia: rasa takut terhadap sesuatu melebihi porsinya
• Panik: serangan kecemasan yang akut/ episodik dan kuat diikuti gejala otonomik (keringat dingin berlebihan)

Gangguan bicara: disatria/ kesulitan pada artikulasi/ gagap

Persepsi
Halusinasi: persepsi tanpa objek
Ilusi: persepsi yang salah tentang suatu objek

Gangguan psikomotorik
Ekopraksia: peniruan pergerakan seseorang pada orang lain yang patologis
Katatonia: gangguan motorik yang menetap, stereotipik/ berulang-ulang.
• Katalepsi: posisi tidak bergerak dilakukan terus-menerus
• Fleksibilitas lerea: seola-olah pasien dapat dibentuk
• Posturing katatonik: postur tubuh tidak sesuai/ kaku dipertahankan terus-menerus
• Struppor katatonik: pasien diam hampir tak bergerak

Waham paranoid:
• Waham persekutorik: keyakinan palsu berupa keyakinan sedang diganggu, disiksa, ditipu
• Waham referensi: pasien merasa orang lain sedang membicarakannya
• Waham kebesaran: keyakinan bahwa dirinya mempunyai kedudukan atau kekuatan jauh dari kenyataannya

Waham somatik: keyakinan menyangkut bentuk dan fungsi organ tubuh
Waham pengendalian: keyakinan bahwa kemauan, pikiran dan perasaannya dikendalikan oleh pihak dari luar
Waham bizare: keyakinan aneh, mustahil, tidak masuk akal
Waham erotomania: keyakinan bahwa seseorang sangat mencintai dirinya

Delirium:
Ada gangguan kesadaran dan ggn fungsi kognitif (ggn alam pikiran) kesadaran berkabut, gejala motorik tremor, onset mendadak, terjadi karena intoksikasi/ keracunan, bisa juga ggn otak/ epilepsi

Dimensia:
Ada gangguan kognitif tanpa ada gangguan kesadaran, ggn fungsi kognitif (intelegensia, daya ingat, bahasa, memecahkan masalah dan perhatian)
Ada 2 macam:
Alzeimer: disebabkan proses degenerasi otak yang penyebabnya tidak diketahui pada umumnya proses penuaan
Dimensia type vaskular: disebabkan karena ada sistem serebrovaskular, bisa o.k strooke/ trauma

Illusi: Keyakinan yang salah/ palsu didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal, tidak sejalan dengan intelegensi dan tidak dapat dikoreksi

Amnesia: ggn daya ingat yang tunggal (lupa saja) tidak ada ggn jiwa lain
Anterograd: lupa setelah peristiwa terjadi
Retrograd: lupa sebelum dan setelah kejadian

Aksis
I. Ditegakkan dengan adanya ggn klinis dan kondisi lain yang menjadi fokus perhatian klinis
II. Diagnosis ttg ggn kepribadian dan rertardasi mental
III. Kondisi medik umum
IV. Masalah psikososial dan lingkungan
V. Penilaian fungsi secara global, fungsi orang tersebut pada kehidupan sehari-hari apakah berpengaruh/ tidak

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.