Ahmad Rofiq

Februari 21, 2008

Soal UAS Psikiatri

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 4:45 pm

1. Diantara jawaban berikut tidak termasuk gangguan kesadaran:
(Ilusi, somnolent, koma, inatensi)

2. Dalam disorientasi yang tidak terganggu adalah orientasi…
(waktu, ruang, tempat, orang)

3. Tanda utama delirium adalah
(disorientasi, halusinasi, ilusi, ketiganya benar)

4. Beda afek dan mood (afek adalah ekspresi emosi yang terlihat, mood adalah emosi yang dialami secara subyektif oleh seseorang)

5. Tidak adanya atau hampir tidak adanya tanda ekspresi emosi, suara monoton, wajah tidak bergerak terdapat pada
(afek yang terbatas, afek datar, afek tumpul, afek labil)

6. Euforia adalah …….
Ekspresi perasaan yang meluap-luap

7. beda cemas dan takut adalah
objek cemas tidak realistis, objek takut realistis

8. Peniruan gerakan yang patologis seseorang pada orang lain disebut:
(ekopraksia)

9. Yang tidak termasuk gangguan tidur adalah
(insomnia, amnesia, hipersomnia, terminal insomnia)

10. Cara bicara yang cepat dan terus-menerus sehingga kalimat atau frase kalimat seperti tidak herososiasi, atau hanya asosiasi bunyi/ kata, terdapa pada
(inkoherensi)

11. Keyakinan yang salah/ palsu didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal, tidak sejalan dengan intelegensi dan tidak dapat dikoreksi disebut:
(ilusi)

12. Tanda utama delirium adalah:
(gangguan kesadaran)

13. Yang tidak termasuk katatonia adalah:
(katalepsi, stupor, fleksibilitas oerea, EKOKATANIA)

14. Dimensia merupakan syndrome yang ditandai dengan:
Gangguan fungsi kognitif tanpa disertai ganggua kesadaran

15. Dimensia disebabkan oleh trauma kepala temasuk dalam dimensia type:
(alzeimer, vaskular)

16. Amnesia dengan tanda utama gangguan pada mempelajari informasi baru disebut:
(amnesia retrograd, amnesia anterograd, amnesia heterograd, amnesia neurograd)

17. Menurut Eugen Bleuler gejala utama Skizofrenia ada “4 A” yaitu:
Afek, asosiasi, autisme dan ambivalent

18. Skizofrenia type paranoid ditandai dengan:
Waham atau halusinasi harus menonjol

19. Suatu gangguan dikategorikan sebagai gangguan psikotik singkat bila memenuhi kriteria berikut:
Berlangsung sekurang-kurang 1 minggu tapi kurang 3 bulan

20. Mood bisa meninggi (elevasi) dan juga bisa menurun (terdepresi). Pada pasien dengan gangguan bipolar I, keadaan mood sebagai berikut:
c. elevasi dan terdepresi bergantian


21. Gangguan kecemasan yang sering disertai dengan agorofobia adalah:
Gangguan panik

22. Rasa cemas berlebihan apabila berbicara di depan publik, termasuk: Fobia sosial

23. Perilaku/ tindakan mental yang berulang yang dirasakan sebagai dorongan yang harus dilakukan , disebut: Kompulsi

24. Haloperidol termasuk obat golongan…….
(antianxietas, antidepresan, antipsikotik, mood stabilizer)

25. Diazepam termasuk obat golongan…
(antianxietas, stimulansia, antipsikotik, antidepresan)

Februari 14, 2008

VARICELLA

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 10:00 am

(Chiken Pox/ Cacar air)

Penyebab virus varicella
• Cara penularan melalui percikan ludah, kontak langsung dengan barang yang digunakan penderita, udara.
• Biasanya menyerang anak dibawah 10 tahun meskipun dapat juga menyerang orang dewasa.
• Pada anak dengan daya tahan tubuh cukup, penyakit ini bersifat ringan dan jarang menimbulkan komplikasi, tetapi pada anak dengan immunodefisiensi, maka penyakit inidapat menimbulkan komplikasi bahkan kematian.
• Virus varicella termasuk golongan herpes virus yang disebut varicella herpes virus (VZV)
• Kontak pertama dengan virus varicella akan menyebabkan penyakit varicella, kontak berikutnya yang muncul adalah herpes zoozter
• Sebenarnya varicella akan menimbulkan kekebalan yang permanen kecuali pada anak dengan immunodeficiency atau pada anak yang mendapatkan pengobatan immunosupresif (hipostatiska)
• Virus yang masuk ke dalam tubuh umumnya melalui saluran pernapasan, kemudian masuk ke sirkulasi darah dan kelenjar getah bening dan akan berahir dengan manifestasi dengan kulit.
• Mula-mula akan membentuk peradangan pada folikel kult dan glandula sebasea, kemudian membentuk makula (bentuknya hampir rata dengan sekitarnya) yang berkembang cepat menjadi papula (bentuknya lebih menonjol) dan berubah lagi menjadi vesikula (papula yang berisi cairan) dan ahirnya mengering menjadi krusta
• Pada lapisan mukosa, terbentuknya makula, papula dan vesikula tidak akan menjadi krusta , namun biasanya vesikula akan pecah membentukluka yang terbuka, tetapi luka tersebut aka sembuh dengan cepat
• Gambaran Klinik
• Masa inkubasi 10-21 hari
• Diikuti stadium prodromal/ kaalis dengan tanda-tanda demam tidak tinggi, badan lemah, kadang-kadang batuk, sakit kepala, anorexia, eritema (bintik meah pada kulit
• Diikuti stadium erupsi yaitu eritema pada kulit akan berkembang dengan cepat. Dalam bebeapa jam akan berubah menjadi makula, papula, vesikula yang mudah pecah, yang kemudian kering dan menjadi krusta

Penyebaran
• Biasanya dimulai dari badan (dada), menyebar ke wajah dan ekstremitas.
• Bentuk makula, papula, vesikula dan krusta dapat terjadi pada waktu yang sama. Bila terjadi infeksi skunder, cairan vesikula yang jernih akan berubah menjadi nanah lymfodenopati

Diagnosa Banding

Variola (cacar)
Di Indonesia sudah dinyatakan bebas penyakit cacar sejak 1994
Gejala: dmem tinggi, terjadi vesikula yang monomorf (seentak diseluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki), lukanya lebih dalam, jika sembuh dapat mengakibatkan bopeng, sering disertai infeksi skunder dan komplikasi yang menyebabkan kematian

Impetigo
Biasanya vesikula lebih besar dan cepat menjadi pustula, letaknya dimana saja dan tidak menyerang mukosa

Scabies
Pada scabies papula sangat gatal, leaknya di sela-sela jari tangan, siku, tapi bisa juga di seluruh tubuh. Dengan menggunakan mikroskop dapat dilihat penyebab yaitu dengan menggunakan Sarkon Test

Komplikasi
• Infeksi skunder akibat streptococcus dan staphylococcus dapat menyebabkan furunkel dan menyebabkan selulitis
• Encephalitis, insidennya 1:1000, gejalanya susah tidur, nafsu makan menurun, irritable, sakit kepala, gerakan abnormal pada lengan dan tungkai, pasien dapat meninggal setelah 30 hari
• Pneumonitis, dapat dijumpai pada immunodefisiensi dengan gejala demam tinggi, sesak napas, batuk dan cyanosis
• Komplikasi lain seperti hepatitis, arthritis, miocarditis

Pengobatan
Tidak ada obat-obatan yang digunakan hanya obat-obatan anti virus.
Pencegahan dengan imunisasi aktif

THALASEMIA

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 9:59 am

Merupakan penyakit genetik yang sering ditemukan di Indonesia
• Sering disebut kongenital herediter, kelainan bawaan yang diturunkan yang akan muncul pada kromosam carier
• Penyakit ini akan diderita seumur hidup dan dapat menimbulkan masalah pada sisi medis maupun sosial dan ekonomi
• Penderita membutuhkan transfusi darah seumur hidupnya
• Pada talasemia berat kematian dapat terjadi pada masa kanak-kanak
• Frekuensi talasemia di Indonesia sampai 3% sehingga diperkirakan ada 2000 kasus baru setiap tahun
• Karena talasemia merupakan masalah kesehatan yang dibawa seumur hidup dan diturunkan oleh generasi berikutnya, maka yang terpenting adalah melindungi perlindungan sebelum kelahiran
• Perawatan talasemia memerlukan biaya tinggi dan perawatan tersebut tidak bersifat menyembuhkan
• Akibat talasemia dengan terapi tranfusi dapat mengakibatkan penumpukan Fe yang banyak (hemosiderasis). Fe yang banyak pada jantung dapat mengakibatkan gagal jantung

Pengobatan: injeksi chelating agent intra vena

Analisis
• Keluhan yang timbul pada sebagian anemia pada umumnya adalah: perut buncit akibat hepatomegali terutama splenomegali. Daerah limpa dapat diukur dengan metode chuffner
• Keluhan lain yang sering timbul: pucat, anoreksia, splenomegali, perut membesar
• Keluhan ini dapat muncul padu usia 6 bulan.
• Pada pemeriksaan selain pucat bentuk muka vacies cooley/ rodent like appenance (dua gigi seri lebih ke depan seperti binatang pengerat)
• Dapat ditemukan ikterus, gangguan pertumbuhan dan hepatomegali.

Pemerikasaan Laboratorium
• Hb rendah
• Morfologi eritrosit: anisositasi (ukuran eritrosit lebih kecil), poikiolosotosis (bentuknya bermacam-macam: bulat, lonjong, sabit), sel target (bentuknya seperti target/ kaya obat nyamuk bakar), normoblast (eritrosit muda)
• Pada pemeriksaan hitung jumlah leukosit hampir sama dengan eritrosit
• Normoblast yang lebih tua adalah retikulosit
• Hb F dan Hb A untuk pemeriksaan khusus

Syndrome Nephrotik

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 9:58 am

Syndrome Nefrotik adalah keadaan klinis dengan gejala khas edema, proteinuria, hipoalbuminemia, hipercolesterolemia
• Hipoproteinemia/ hipoalbumin
• Kadang-kadang disertai haematuria, hypertensi dan penurunan fungsi ginjal
• Sindrom nefrotik dapat terjadi kongenital, primer (80% kejadian), skunder

Gejala
• Keluhan yang sering dikeluhkan adalah bengkak di kedua kelopak mata, tungkai atau perut. Apabila terjadi di mata, tungkai dan perut secara bersamaan dsb oedema anasarka
• Penurunan jumlah urin dan dapat juga disertai warna merah

Pemeriksaan fisik
• Tampak oedema anasarka
• Kadang-kadang ditemukah hipertensi

Pemeriksaan laboratorium
• Urin: proteinuria, albuminuria masif +++/++++, haematuria
• Darah: hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia, ureun & kreatinin normal kecuali terdapat penurunan fungsi ginjal

Ada 3 penyakit yang dapat menimbulkan oedema:
• Syndroma nefrotik: albuminuria (+++/++++), hypoalbumin, hyperkolesterolemia
• Payah jantung: albuminuria (+), kadar albumin (Normal), kolesterol normal
• Kwassiorkor: albuminuria (-), Hypoalbumin krn tidak ada asupan, kolestero rendah

MALARIA

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — rofiqahmad @ 9:56 am

Merupakan infeksi akut yang kronik, disebabkan oleh plasmodiumI
Ditandai dengan dmem recurent (demam naik turun, diselingi normal), anemia, hepatomegali sampai splenomegali
Di Indonesia dikenal dengan 4 spasmodik:
Plasmodium varciparum: malaria tropicana
Plasmodium vivax: malaria tertiana
Plasmodium malariae: malaria kuartana
Plasmodium ovale: malaria ovale
Pada dasarnya manusia adalah sebagai hospes/ perantara

Cara penularan
• Secara alamiah melalui gigitan nyamuk anopheles
• Secara tidak alamiah melelui transfusi darah, jarum suntik
• Penularan secara kongenital melalui plasenta

Sumber infeksi: manusia lain yang terinfeksi dengan gejala ataupun tidak. Di Indonesia malaria menyebar ke seluruh nusantara dari mulai pantai sampai ketinggian 1800 meter dpl

Gejala klinis
• Malaria terdiri dari beberapa serangan demam dengan interval tertentu (paroxismal) diselingi periode bebas demam. Sebelum demam pasien merasa lemah, sakit kepala, tidak nafsu makan, mual muntah
• Proksismal terdiri dari stadium dingin, demam dan stadium berkeringat
• Proksismal biasanya jelas pada dewasa, namun pada anak-anak demam sering tidak teratur tetapi dpat menimbulkan kejang

Masa inkubasi 9-30 hari
• Terdiri dari plasmodium valciparum 12 hari, vival dan ovale 13-17 hari, mlariae 28-30 hari
• Masa inkubasi 9-30 hari termasuk penularan melalui tanfusi

Setelah melewati masa inkubasi kemudian terlihat stadium paroxismal.

Stadium dingin
berlangsung selama 15 menit- 1 jam, gelanya menggigil, perasaan sangat dingin, nadi cepat, lemah, bibir dan jari pucat, kadang-kadang muntah, pada anak bisa terjadi kejang

Stadium demam
• Pada vase ini penderita merasa kepanasan, berlangsung selama 2-12 jam. Gejalanya muka merah, kulit kering, rasa panas seperti terbakar, sakit kepala, mual muntah, nadi menjadi kuat, sangat haus, suhu tubuh mencapai 40 derajat C. Fase ini disebabkan oleh karena pecahnya sizon darah yang telah matang dan masuk ke merozoid darah menuju ke sirkulasi darah
• Tropozoid  hepar  sizon  merozoid  eritrisit
• Mikro/ makro gamet  masuk ke tubuh nyamuk (pada manusia bersifat aseksual, pada nyamuk bersifat sexual)
• Plasmodium vivax dan ovale, sizon pecah setia 48 jam, sehingga timbul demam setiap hari ke-3 dihitung sejak demam sebelumnya sehingga disebut malaria tetiana dan ovale
• Plasmodium malariae, sizon pecah setiap 72 jam, sehingga demam terjadi setiap hari ke-4 yang disebut malaria kuartana
• Plasmodium valciparum, sizon pecah setiap 24-48 jam sehingga demam terjadi setiap hari yang disebut malariae tropicana

Stadium berkeringat
• Setelah stadium demam kemudian masuk ke stadium berkeringat sampai tempat tidur basah, kadang suhu menurun sampai dibawah normal
• Gelala klinis tersebut tidak selalu sama pada setiap penderita
• Gejala yang berat terjadi pada malaria tropicana yang disebabkan plasmodium valciparum, ini terjadi karena adanya kecenderungan plasmodium dalam bentuk tropozoid, sizon yang berkumpul pada pembuluh darah, organ tubuh seperti otak, hati, ginjal dll. Sehingga menimbulkan penyumbatan pada organ-organ tersebut
• Gejala yang mungkin timbul: kejang, koma, gangguan ginjal (menyebabkan haemoglobinuria), ikterus, muntah-muntah, lymfa biasanya membesar terutama setelah beberapa kali serangan dalam periode yang cukup lama, sering menyebabkan kematian.

Pengobatan
• Panas I: kloroquin 10 mb/kgBB
• Panas II: kloroquin 5 mg/kgBB
• Panas III: pil kina

« Tulisan Lebih BaruTulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.