ABORTUS

24 Jan

Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin mampu hidup diluar rahim (< 500 gram atau < 20-22 minggu)

Jenis-jenis abortus:
Abortus spontan, abortus terjadi secara alamiah tanpa intervensi dari luar.
Abortus buatan (pengguguran=aborsi=abortus provokatus)
Abortus provokatus therapetik (ab provokatus medisinalis)  atas indikasi terapetik/ medis
Abortus Provokatus kriminalis= aborsi=pengguguran

Abortus spontan
• Insidensi 10% dari seluruh kehamilan

Etiologi
 Kelainan perkembangan zygot 49% dengan degenerasi embrio (blighted ovum)
 50 – 60 % disebabkan kelainan kromosom dari hasil konsepsi.
 Faktor maternal
 Penyakit infeksi
 Gangguan nutrisi yang berat
 Penyakit kronis
 Alkoholik dan perokok
 Anomali uterus dan serviks
 Gangguan immunologis
 Trauma

Jenis abortus dan Penatalaksanaan

Abortus imminens Istirahat baring
Pertimbangkan infeksi antibiotika, AKDR ekstraksi AKDR, defisiensi hormonal ( didrogesteron, alilestenol )
Ab insipiens, inkomplit dan missed abortion Kelanjutan abortus imminens yang diupayakan terapi  gagal dilakukan evakuasi massa kehamilan/sisa konsepsi dg kuretase atau AVM
Ab habitualis (3 kali atau lebih) Umumnya disebabkan anomali kromosomà investigasi genetis
Defisiensi hormonal
Inkopetensi serviksà Shirodkar/Mc Donald sebelum usia 12-14 minggu
Ab terapetik Terminasi suatu kehamilan atas indikasi ibu. Jika pengakhiran kehamilan tdk segeraà mengancam keselamatan ibu atau kecacatan yg berat janin.

Abortus dengan risiko (unsafe abortion)
• Terminasi kehamilan yang tidak dikehendaki oleh wanita atau pasangannya melalui cara yang mempunyai risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa wanita tersebut karena dilakukan oleh individu yang tidak mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang sangat diperlukan, serta menggunakan peralatan yang tidak memenuhi persyaratan minimal bagi suatu tindakan medis. Misalnya:
• Bahan dan tindakan yang digunakan:
• Batang kayu, akar pohon kayu, tangkai daun yang bergetah, batang plastik dimasukan kavum uteri.
• Pemijatan langsung ke korpus uteri hingga terjadi memar di dinding perut, kandung kemih, adneksa ataupun usus.

Penapisan komplikasi serius
• Syok
• Perdarahan hebat
• Infeksi/ sepsis
• Trauma intra abdomen

S Y O K
• Segera lakukan penilaian tanda-tanda syok:
• Nadi cepat dan lemah
• Turunnya tekanan darah (sistolik < 90 mmHg dan diastolik < 60 mmHg)
• Pucat ( terutama palpebra, telapak tangan dan bibir)
• Berkeringat banyak, gelisah, apatis atau kehilangan kesadaran
• Pernafasan cepat (> 30X/mt)

Perdarahan hebat
• Perdarahan banyak merah, segar dengan/tanpa bekuan
• Darah membasahi pakaian, kain, selimut dsb
• Pucat (konjuctiva, palpebra, tangan dan bibir)
• Pusing, kesadaran menurun

INFEKSI / SEPSIS
• Demam tinggi (>38 C), menggigil, berkeringat
• Sekret vaginan berbau
• Kaku dan tegang pada dinding perut bawah
• Cairan mukopurulen melalui ostium serviks
• Nyeri goyang serviks

Protokol syok hipovolemik
• Kemungkinan penyebab
• Perdarahan
• Sepsis
• Dehidrasi
• Reaksi vaso-vagal (neurogenik)
• Periksa tanda vital, tentukan jenis dan derajat syok
• Pucat (konjunctiva, telapak tangan)
• Turunnya tekanan darah (<90/60mmHg atau tak terukur)
• Nadi cepat dan tegangan nadi kurang
• Pernafasan cepat, dangkal, tidak teratur atau tidak dapat dihitung
• Gelisah, setengah sadar atau tidak sadar
• Produksi urin menurun (< 30 ml/ jam)

Penanganan awal
• Bebaskan jalan nafas
• Berikan oksigen 6-8 lt/mt
• Infus NaCl isotonis atau RL 100 ml dalam 20 menit pertama, 500 ml pada 20 menit kedua, kemudian 40-60tts/mt, pantau cairan masuk keluar, perhatikan kelebihan cairan. Umumnya syok hipovolemik membutuhkan 3 lt.
• Jangan berikan sesuatu melalui mulut
• Konsentrasi Hb< 8 gr% atau Hmt< 20% perlu transfusi
• Setelah stabilisasi pasien, infus sementara dilanjutkan, pantau tanda vital, produksi urin, segera lakukan evakuasi kavum uteri.

Penanganan syok septik
• Riwayat perdarahan yang lama (lebih 7 hari)
• Upaya abortus provokatus atau trauma organ genital
• Demam
• Nyeri perut bawah, spasme
• Terapi inisial
• Bebaskan jalan nafas
• Berikan oksigen 6 – 8 l/mt
• Berikan cairan NaCl isotosis atau RL perinfus 1000/20 menit pertama, kemudian 500/20 menit kedua. Pemberian lanjutan40- tts/mt (tgt derajat syok dan hasil restorasi awal). Umumnya diperlukan 1500-3000ml
• Jangan berikan sesuatu peroral
• Hb < 8gr% atau Hmt < 20% transfusi darah
• Bila setelah restorasi belum ada perbaikan berikan dopamin awal 2,5 mikrogram /kgbb dalam larutan isotosis naikan perlahan hingga ada respon tanda vital dan produksi urin
• Antibiotika (kombinasi 3 golongan)
• Ampicillin 1 gr, Gentamicin 80 mg, Klindamisin 600 mg setiap 8 jam
• Sefalosporin 1 gr, Gentamisin 80 mg dan Mettronidazol 1 gr per 8jam
• PPC 4,8 jt unit, Kloramfenikol 500 mg per 6 jam.

Terapi definitif  evakuasi sisa kehamilan.

Jenis, derajat abortus dan Penatalaksanaan selengkapnya Download file Pdf 40 Kb disini

2 Tanggapan to “ABORTUS”

  1. dhea Agustus 22, 2008 pada 8:14 pm #

    thank 4 uR In4mation..

  2. gayuh Oktober 20, 2009 pada 3:57 pm #

    mantabs…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: