JANTUNG HYPERTENSIF

5 Feb

Penyakit Jantung Hypertensif adalah
• Prevalensi hipertensi ( ht ) di indonesia antara 5 – 10 %
• Sejumlah 85 – 90% hipertensi tdk diketahui penyebabnya disebut sbg ht primer atau ht essensial/idiopatik
• Hanya sebagian kecil ht yg dpt diketahui penyebabnya ( ht sekunder )
• Tdk ada data akurat ttg prevalensi ht sekunder, tergantung dmn angka itu diteliti
• Hampir semua ht sekunder didasari oleh 2 mekanisme yaitu gangguan sekresi hormon dan gangguan fungsi ginjal
• Pasien ht sering meninggal dini krn komplikasi jantung ( yg disebut sbg penyakit jantung hipertensi)
• Ht juga dpt menyebabkan stroke, gagal ginjal atau gangguan retina mata

Patogenesis penyakit jantung hipertensif
• Hipertropi ventrikel kiri mrpk kompensasi jantung menghadapi tekanan darah tinggi ditambah dgn faktor neurohormonal yg ditandai oleh penebalan otot jantung ( hipertropi konsentrik )
• Fungsi diastolik mulai terganggu akibat dari gangguan relaksasi ventrikel kiri, kmd disusul oleh dilatasi ventrikel kiri ( hipertropi eksentrik )
• Iskemia miokard ( asimptomatik, angina pektoris, infark jantung dll ) dpt tjd krn kombinasi akselerasi proses aterosklerosis dgn peningkatan kebutuhan oksigen miokard akibat dari hipertrofi ventrikel kiri ( hvk )
• Hvk, iskemi miokard, dan gangguan fungsi endotel merupakan faktor utama kerusakan miosit pada hipertensi

Evaluasi pasien hipertensi atau penyakit jantung hipertensi ditujukan untuk :

• Meneliti kemungkinan hipertensi sekunder
• Menetapkan keadaan pra pengobatan
• Menetapkan faktor faktor yg mempengaruhi pengobatan atau faktor yg akan berubah krn pengobatan
• Menetapkan kerusakan organ target
• Menetapkan resiko faktor pjk lainnya

Keluhan dan gejala
Pada tahap awal, spt hipertensi pada umumnya kebanyakan pasien tdk ada keluhan. Tp bila simptomatik, biasanya disebabkan oleh :

1. Peningkatan tekanan darah itu sendiri, spt berdebar, rasa melayang ( dizzy ) dan impotent

2. Penyakit jantung / vascular hipertensi spt cepat capek, sesak nafas, sakit dada, bengkak kedua kaki atau perut. Gangguan vascular lainya spt epistaksis, hematuria, pandangan kabur krn perdarahan retina dan transient iskemi serebral

Pemeriksaan fisis
• Dimulai dgn menilai keadaan umum, kmd menilai keadaan khusus spt cushing, feokromasitoma
• Pengukuran tekanan darah pd tangan kanan dan kiri saat tidur dan berdiri
• Funduskopi utk menilai prognosis, serta palpasi dan auskultasi arteri karotis utk menilai stenosis atau oklusi
• Pemeriksaan jantung utk mencari pembesaran jantung ditujukan utk menilai hipertropi ventrikel kiri dan tanda tanda gagal jtg
• Paru diperhatikan apakah ada suara nafas tambahan spt ronki basah dan ronki kering / mengi
• Pemeriksaan perut ditujukan utk mencari aneurisma, pembesaran hati, limpa, ginjal, dan asites
• Auskultasi bising sekitar kiri kanan umbilikus ( renal artery stenosis )
• Arteri radialis, arteri renalis, arteri dorsalis pedis harus diraba

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium awal mlpt :
• Urinalisis :protein, leukosit, eritrosit dan silinder
• Hemoglobin/hematokrit
• Elektrolit darah : kalium
• Ureum / kreatinin
• Gula darah puasa
• Total kolesterol
• Ekg menunjukan hipertropi ventrikel kiri (hvk) pd sekitar 20 – 50%

Apabila keuangan tdk mjd kendala, maka diperlukan pula pemeriksaan :
• Tsh
• Leukosit darah
• Trigliserida, hdl, dan ldl kolesterol
• Kalsium dan fosfor
• Foto thoraks
• Ekokardiografi dgn indikasi :konfirmasi gangguan jtg atau mur mur,ht dg kelainan katup.

Penatalaksanaan
• Pengelolaan lipid agresif dan pemberian aspirin sangat bermanfaat
• Pasien ht pasca infark jtg sgt bermanfaat bila mendapatkan penyekat beta, penghambat ace atau antialdosteron
• Pasien ht dg resiko pjk dpt diberikan diuretik, penyekat beta dan penghambat kalsium
• Pasien ht dg gangguan fungsi ventrikel dpt diberikan diuretik, penghambat ace, penyekat beta dan antagonis aldosteron
• Bila sdh dlm tahap gagal jtg ht, maka prinsip pengobatanya sama dg pengobatan gagal jtg yg lain.

3 Tanggapan to “JANTUNG HYPERTENSIF”

  1. wati erna santosa Juli 13, 2009 pada 5:35 pm #

    artikel ini, sangat bermanfaat

  2. bie Februari 7, 2010 pada 9:08 pm #

    terima kasih penjelasannya..sangat bermanfaat bagi saya yg mencari referensi dari buku IPDL..🙂

  3. paskal April 4, 2011 pada 12:19 pm #

    mantep

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: