ANEMIA

14 Feb

Adalah penurunan kadar kadar Hb, nilai Ht dan jumlah erithrosit
Fungsi ertrosit diperankan oleh Hb untuk membawa Oksigen yang disebut oksigen carrying capacity, sehingga apabila Hb rendah maka kemampuan membawa oksigen akan berkurang

Pada anemia akan tampak:
• Pertumbuhan kulit dan mukosa terhambat, kulit pucat (telapak tangan, kaki dan bibir), mukosa pucat (konjuctiva)
• Frekuensi pernapasan meningkat
• Frekuensi kardiovaskuler tinggi (takikardia), akibatnya terjadi payah jantung dan dapat menyebabkan kematian pada anemia berat
• Sistem muskuler: pusing, pandangan kunang-kunang,vertigo
• Sistem pencernaan: konstipasi, obstipasi

Pembagian anemia menurut penyebabnya
• Anemia pasca perdarahan: akut pada post partum; kronik pada tukak lambung, ulkus peptikum, melena
• Anemia defisiensi Fe, megaloblastik (B6, B11, B12)  bersama-sama menyebabkan erithrosit menurun
• Anemia haemolitik (eritrosit hancur) terdiri dari 2 macam, yaitu secara kongenital (thalasemia), dan akuisita (sebelumnya tidak ada masalah kemudian eritrosit hancur disebabkan karena sepsis, obat, toksin)
• Anemia karena gangguan sum-sum tulang. Darah dibuat disum-sum tulang yang juga membuat eritrosit (eritopoetik), limfosit (ganulopoetik), trombosit (trombopoetik). Pada sum-sum tulang yang mengalami gangguan adalah saat eritopoetik dimana terjadi anemia hipoplastik. Namun bila terjadi gangguan pada eritropoetik, granulopoetik dan trombopoetik disebut anemia aplastik
• Anemia keganasan: leukemia

Anemia defisiensi zat besi
• Adalah anemia yang disebabkan kurangnya zat besi oleh sintesis Hb
• Hb terdiri dari cincin porfilin
• Diperkirakan 30% penduduk dunia mengalami anemia
• 50% diantaranya mengalami defisiensi Fe, terutama pada bayi, anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui
• Anemia defisiensi zat besi mempunyai risiko dapat menurunkan kecerdasan anak, yang berupa gangguan tumbuh kembang, penurunan daya tahan tubuh, penurunan daya konsentrasi, penurunan kemampuan belajar sehingga menurunkan prestasi di sekolah

Anamnesa
• Adanya faktor predisposisi: kebutuhan yang meningkat terutama pada bayi 2 x lipat, masa pertumbuhan yang cepat, menstruasi, infeksi kronis, kurangnya Fe yang diserap, makanan rendah Fe, malabsorbsi Fe, perdarahan (pedarahan gansrointestinal: ulkus, tukak, lambung haemorroid)
• Pucat, lemah lesu, pada anak yang mempunyai gejala PIKA (anak yang suka makanan aneh-aneh seperti batu, bedak pasir dll). Secara umum wajah pucat, payah jantung, kelemahan, pusing
• Pada anemia defisiensi tidak ditemukan ikterik, adenopati, hepatomegali, splenomegali
• Tetapi disertai stomatitis angularis (sudut mulut kanan-kiri terdapat koreng), atropi papila lidah, pada kasus berat terdapat bising jantung sistolik

Pemeriksaan
• Kadar Hb, Ht, Fe

Therapy
• Preparat Fe, asam askorbat untuk meningkatkan penyerapan Fe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: